Wednesday, October 24, 2012

KARENA KAMU ADALAH TULANG RUSUKKU

Dada ini longgar bila tanpa penyangga, dada ini akan terasa terhimpit bila tulang yang ada tak mampu mampu menopang desah nafas. Itulah tulang rusuk, tulang rusuk suami ada pada istri dan istri sebagai penopang kehidupan suami. Bagaimana jadinya bila Tulang rusuk tak cukup kuat untuk menyangga dan tulang rusuk yang rapuh.

Tak lantas beramarah bila rusuk itu kemudian susah untuk diluruskan, dan tak harus jenggah bila suami tak jua segera meluruskan. Yang dibutuhkan adalah pengertian, kesabaran dan saling memberi waktu untuk mengerti. Itulah hakikat cinta sejati pasangan suami-istri.

KARENA KAMU ADALAH TULANG RUSUKKU . . .

Sebuah senja yang sempurna, sepotong kue donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih,yaitu Aziz dan Citra yang malam itu sedang memadu kasih, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.

Citra : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Aziz : Kamu dong sayang quuh?
Citra : Menurut kamu, aku ini siapa?
Aziz : (Berpikir sejenak, lalu Aziz menatap Citra dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.”

Setelah menikah, Citra dan Aziz mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Aziz lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak,

“Kamu nggak cinta lagi sama aku!” Aziz sangat membenci ketidakdewasaan Citra dan secara spontan balik berteriak,

“Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!” Tiba-tiba Citra menjadi terdiam ,

Berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Aziz, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar. Aziz menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Citra kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. “Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing.”

Lima tahun berlalu. Aziz tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Citra. Citra pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Aziz yang tahu semua informasi tentang Citra, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Citra tak menunggunya. Dan di tengah malam yang sunyi, saat Aziz meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Citra. Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.

Aziz : Apa kabar?
Citra : Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Aziz : Belum.
Citra : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Aziz : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah.
Citra tersenyum manis, lalu berlalu.
“Good bye….”

Seminggu kemudian, Aziz mendengar bahwa Citra mengalami kecelakaan, dan meninggal. Malam itu, sekali lagi, Aziz mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Citra, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.

Ini adalah renungan bagi kita semua yang kini telah menemukan tulang rusuknya yang hilang, baaimana penting dan sangat berartinya tulang rusuk itu tak pantas jika kita patahkan begitu saja . . .

KARENA KAMU ADALAH TULANG RUSUKKU . . .

KARENA KAMU ADALAH TULANG RUSUKKU Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Aziz Hary

Popular Posts